Visit Jogja Gallery
Jl. Pekapalan 7, Alun-Alun Utara
Yogyakarta - Indonesia
Telp. +62-274 419999, 412021, 7161188
Fax. +62 274 412023
Email: jogjagallery@yahoo.co.id
Dipublikasikan tanggal June 20, 2007 2:30 AM
Dalam pameran ini perupa memberitakan berbagai isu-isu krusial, kontekstual atau kejadian-kejadian terakhir tentang segala hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya dalam karya kaligrafinya. Ia tidak saja berisi huruf-huruf atau ayat-ayat perihal spiritual individu, tetapi juga berupa gagasan tentang persoalan hidup bersama di dunia. Karya-karya yang diharapkan dalam pameran ini tidak saja bertema mengenai persoalan 'vertikal' (habluminallah), namun juga terdapat isu-isu mengenai persoalan hubungan 'horizontal' (habluminannas). Sehingga bisa menjawab persoalan bagaimana cara dan gaya bicara, kata atau kalâm para perupa, menengahi berbagai isu dunia dan benturan peradaban ini?
Dengan mengambil beberapa perupa kaligrafi Indonesia dalam pameran ini, diharapkan mendapat gambaran tentang berbagai hal yang terkait dengannya. Mungkinkah kaligrafi modern lebih banyak dikaitkan dengan pola individu dan lokalitas yang dikepung oleh peradaban Barat? Karena bagaimanapun juga dominasi peradaban Barat yang mengglobal ini akhirnya turut mempengaruhi wajah seni kita ini. Akankah kita temukan wajah dan jejak yang signifikan dalam seni kaligrafi Indonesia saat ini?
The artists of the exhibition can proclaim the contextual crucial issues or actual happenings of any subject occurred in the surroundings through the calligraphy works. It is not simply about the letters or verses of one's spirituality but also of an idea of communal lives in the world. The works expected are not only about the vertical issues (habluminallah) but also horizontal ones (habluminannas) so that it may answer the question on the ways and ways of speaking, words or kalam of the artists, balancing many issues and collision of this civilization?
By taking in the artists of Indonesia's Islamic calligraphy in the exhibition, it is expected that we can acquire any description related to it. Might the modern calligraphy be associated further to the individual models and locality entrapped by West civilization? We have to admit that the domination of global West civilization may affect the features of art. Can we ascertain significant features and traces in Indonesia's calligraphy arts today?
Mikke Susanto [curator]
Peserta Pameran:
KH. Mustafa Bisri, KH. Zawawi Imron, KH. Muhamad Zuhri, AD. Pirous, Didin Sirajuddin AR., Sunaryo, Abay D. Subarna, Erna G. Pirous, Nasirun, Arahmaiani, Titarubi, Agus Kamal, Syaiful Adnan, Syahrizal Koto, Hendra Buana, Tulus Warsito, Hatta Hambali, M. Pramono Irianto, Salamun Kaulam, Yetmon Amier, Nasrul, Rispul, Robert Nasrullah, Zulkarnaini, Ishendri Zaidun, Ismanto,Anwar Sanusi, Chusnul Hadi, Alpred Roza, Meri Suska.
Agenda Pendukung: